Rumahsoal Dan Filosofi Salak Merah Dari Gunung

 

KPR.COM,SBB- Sebelumya terimakasih yang amat dalam teruntuk masyarakat di Bumi Raja Raja, Bumi bertajuk Saka Mese Nusa tercinta. Mengawali semuanya, Beta mengucapkan selamat hari Bae Kabupaten SBB Yang Ke-18 Tahun.

Semoga Upu Lanite, Tuhan yang Maha Kuasa memberikan kekuatan bagi (Katong samua). Bagi Pemimpin – Pemimpin serta Masyarakat ,agar kelak berjaya dan terus berkarya demi kemajuan Saka Mese Nusa kedepan, demi SBB Bangkit.

Bangkit melawan ketertinggalan, keterisolasian, bangkit dari keterpurukan bahkan bangkit dari segala hal yang menghambat lajunya kemajuan Daerah ini. Mesee

Sedikit mengulas tentang Neniari yang mlang, yang jauh dari pandangan serta masih dalam bayang bayang keterisolasian. Dinegeri itu menitiskan aneka macam hasil alam, salah satunya ialah Salak Merah yang rupanya sangat begitu jarang dijumpai.

Bagi saya, Salak Merah memiliki Pilosofi tersendiri, pada kulit dan duri, isinya di bungkus terlindung terjaga itulah Pilosofi dan Salak, seakan akan ia memberi isyarat jika selaku Anak kandung di negeri tercinta ini menjadikannya sebagai moto untuk kalesang Kampong, Kalesang Negeri, Kalesang Desa, Kalesang tana putus pusa, jaga serta rawat dengan baik.

Sadar maupun tidaknya, dipercaya oleh rakyat untuk merubah wajah keterisolasian menjadi wajah yang benar benar merdeka adalah satu beban moral terberat dan terdhasyat sepanjang sejarah kehidupan ini. Namun inilah tugas yang harus diselesaikan meski raga terkoyah.

Tapi percayalah jika kita berjuang dengan hati untuk rakyat, maka disetiap langkah kaki Tuhan jualah yang memberi arah. Dan jika kita benar benar berjuang dengan niat serta tekad kebaikan maka semua kegelapan menjadi terang benderang.

“Beta bangga lahir dan tumbuh dewasa di Puncak Negeri atas Awan Neniari Indonesia”

BACA JUGA  Sampaikan Penolakan Eksplorasi Laut ke DPRD Beltim, Ketua DPRD Beltim: Aspirasi Ini Akan Kami Kirimkan Langsung ke Provinsi

Dari rasa bangga itu jualah saya (Beta), berupaya mendorong apa yang diimpikan Masyarakat disana, apa yang diharapkan masyarakat disana. Sebab saya (Beta) tau apa yang mereka rasakan, bahkan saya (Beta) tau apa yang selama ini mereka (dong) ratapi.

Saya memulainya dari Nol, mendorong proses pembangunan, dari segi pendidikan, ekonomi, kesehatan, merubah wajah Pegunungan secara perlahan.

Menyediakan tempat tinggal, dengan memfasilitasi masyarakat untuk bagaimana meraih gelar Doktor, Sarjana muda serta melalui bantuan pemerintah daerah maupun Pemprov dan juga aspirasi saya bekerja sama dengan universitas yang ada di Kota Ambon. Semuanya hanya untuk masyarakat tercinta. ulas Jodis

Lebih lanjut, anggota Komisi 1 DPRD Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Seram Bagian Barat ini menuturkan kerja keras yang dilakukannya selain sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, ini juga merupakan dukungan untuk pemerintah Daerah SBB sesuai jargon (Kasi Bae SBB).

Nama Bung Jodis Rumahaoal SH. Memang sudah tidak asing lagi di Wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat lebih khususnya di Kecamatan Taniwel dan sebagainya bahkan di daerah bukan Dapilnya.

Hal demikian terdeksi melalui cara pandang hidup nasionalis yang kerap lahir dari sanubari sehingga menjadi sebuah kewajaran jika banyak kalangan masyarakat mengenalnya.

Demikian inilah trobosan baru yang menjadi tolak ukur serta wajib dijadikan contoh tauladan dalam untuk rakyat adalah bagaimana memanusiakan manusia, mengangkat derajat manusia yang hendak tersungkur dalam kepiluan yang sekian lama dihuyung huyung siklus peradaban dibumi pertiwi.

Rumahsoal dengan kesederhanaanya ini mampu mendorong percepatan pembangunan akses jalan Neniari – Riring dan Rumahsoal, adapun yang ia dorong melalui dukungan pemerintah Daerah SBB, Maupun Pemprof Maluku diantaranya Jalan persinggahan Laturake Buria, Akses Telekomunikasi berupa pembangunan Menara Tower di Tujuh Desa pegunungan, Satu Buah Rumah Sakit di tiap desa pengunungan yang nantinya direalisasikan Tahun Anggaran 2022 ini.

BACA JUGA  Jaringan Internet Bermasalah, Telkom/Indihome Harus Bertanggung Jawab Secara Hukum.!!

Bukan hanya itu, untuk pendidikan, terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) di SBB, Rumahsoal melalui dana Hibah dan Aspirasi Pusat dibawah kendali Merci Barens, Ia sendiri melakukan kerjasama dengan Universitas yang ada di Maluku.

Menjalankan program beasiswa gratis pada masayarakat yang mencakup sebanyak Empat Orang S2, Doktor Sebanyak Dua Orang, dan S1 sebanyak Tiga Puluh Orang, Bantuan berupa Dua Buah Rumah kontrakan di Kota Ambon untuk mahasiswa SBB.

Selebihnya, adapun juga bantuan Keagamaan dimana setiap rumah ibadah berupa Masjid dan Gereja melalui dana Hibah, masing masing diberikan biaya mulai dari Tiga Puluh Juta Rupiah hingga Dua Ratus Juta Rupiah.

Sementara itu, target yang dilontarkan Bung Jordis yang harus dicapai pada tahun tahun 2023 dan 2024 berikutnya adalah Pembangunan jalan persimpangan Desa Lohia Sapalewa, Pembangunan gedung PAUD, disemua Desa Pegunungan, Dua Buah Sekolah Menengah Atas SMA, siap dibangun, dan Empat buah SMP Negeri yang sudah dibangun oleh Pemda SBB maupun Pemprov Maluku.

“Semua target dan program yang diperjuangkan ini dapat diselesaikan pada 2024”. Ucap Rumahsoal

Dikatakan lagi, pembahasan kawasan hutan lindung pada Desa Rmahsoal, Neniari pun dapat diselesaikan oleh Pemprov Maluku serta Pemda SBB, dengan demikian dirinya amatlah berterimakasih kepada Gubernur Maluku, serta Bupati SBB, serta seluruh elemen yang tengah sama sama berjuang untuk kepentingan masyarakat Maluku terkhusus nya Masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat.

“Mengakhiri semua ini, Beta mengucapakan terimakasih yang tak terhingga dari semua elemen masyarakat, lebih khususnya Gubernur Maluku, dan juga Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat. Karna melalui dukungan serta Dorongan dari semua pihak jualah sehingga kebutuhan masyarakat di Pegunungan dapat terealisasi secara perlahan” Tutur Jordis Rumahsoal

BACA JUGA  Perifikasi Dan Falidasi Data Kearifan Lokal Di SBB, Ini Kata Putuhena

(Ekd-Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.