PSDKP Manggar Bersama POKMASWAS KOPPEL BELTIM Temukan Kapal 6 GT Gunakan Jaring Kepiting dan Pancing Rawai Beraktivitas di Bawah 1 Mil

KPR,COM, Belitung Timur – Menindaklanjuti laporan nelayan tradisional kawasan Mirang Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam Wilayah Kerja PSDKP Manggar  bersama Pokmaswas KOPPEL BELTIM melakukan patroli pengawasan di perairan laut Beltim, Kamis (9/12/2021), dan berhasil temukan 6 kapal berukuran 6 Grosston (GT) sedang beraktivitas  menggunakan alat tangkap jaring kepiting dan pancing rawai di bawah 1  Nautical Mile (mil).

Syahril Dahlani Pengawas Perikanan PSDKP Manggar, atas seizin Kepala Pangkalan PSDKP Batam kepada Koran Peduli Rakyat mengatakan, ada persatuan nelayan mirang datang ke kantor Pangkalan Wilayah Kerja PSDKP Manggar melaporkan ada aktivitas kapal kapal besar dengan alat tangkap jaring dan dengan alat tangkap pancing rawai di wilayah penangkapan yang tak jauh dari bibir pantai.

“Mereka melaporkan kesini, Kami langsung respon, kami langsung gerak dan selanjutnya kami menyampaikan kepada POKMASWAS KOPPEL BELTIM yang di Ketuai oleh Usep Kusmaya, dan Beliau menyatakan sanggup kelapangan dan langsung menuju lokasi yang dimaksud,”beber Syahril sapaan akrab Syahril Dahlani.

Selanjutnya Syahril mengatakan, mereka melaporkan dikarenakan mengalami kerugian secara materil, mereka mengalami kerusakan bubu kepiting dan mereka telah kehilangan bubu kepiting dikarenakan diganggu oleh kapal yang menggunakan jaring kepiting dan alat tangkap pancing rawai tersebut, dari laporan dan keluhan para nelayan mirang ini, pihak PSDKP melakukan penelusuran dan mendapatkan kapal kapal berukuran 6 GT sedang melakukan aktivitas penangkapan menggunakan jaring dan pancing rawai.

“Ternyata setelah tiba dilapangan, betul Kami mendapati ada aktivitas sekitar 6 kapal yang berukuran 6 GT, kapal kapal tersebut berada di kurang lebih 500 meter sampai 1000 meter dari pinggir pantai, itu tidak sampai 1 mil,” ungkapnya.

BACA JUGA  Giat Penataan Sungai dan Komsos di Wilayah Sektor 21, Kecamatan Ciparay

Kemudian kata Syahril, rombongan mereka mendekati kapal kapal yang berada di wilayah penangkapan nelayan nelayan tradisional atau nelayan kecil ini dan memberikan arahan atau himbauan kepada para kapal kapal yang berukuran 6 GT yang melakukan penangkapan dengan jaring kepiting dan pancing rawai itu untuk keluar dari zona 1A atau wilayah penangkapan nelayan tradisional.

“Kami beri himbauan kepada mereka, untuk kapal perikanan yang berukuran 6 GT  ke atas, melakukan penangkapan ikan diatas jalur 1B ke atas atau kurang lebih 2 mil ke atas, karena di bawah 2 mil merupakan jalur 1A, Jalur 1A adalah jalur yang biasa digunakan nelayan tradisional atau nelayan kecil atau nelayan tanpa motor,”ujarnya.

Dari kejadian tersebut, lanjut Syahril lagi, kapal 6 GT keatas tersebut telah melakukan pelanggaran wilayah, yang seharusnya mereka tidak boleh masuk ke wilayah penangkapan nelayan kecil, karena kata Dia, dikhawatirkan akan terjadi gesekan, dan untuk mengantisipasi akan terjadinya tindakan tindakan anarkis dari nelayan nelayan kecil, maka pihak PSDKP melakukan himbauan kepada kapal kapal tersebut untuk melakukan aktivitas penangkapan diatas 2 mil.

(Nining)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.