Waduh!!! Diduga Kurangnya Kordinasi antara Warga Dengan Petugas, Masyarakat Keluhkan Pelayanan Vaksinasi Di Desa Rancajaya

  • Whatsapp

 

Subang, koranpedulirakyat.com  – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang berlangsung di Aula Desa Rancajaya Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang dikeluhkan warga.

Pasalnya, jumlah kuota vaksin yang tersedia 1000 dosis ,tapi tidak dapat memenuhi warga yang hadir dan mengaku diundang untuk vaksinasi.

Keluhan datang warga Dusun Buwer, mereka mengeluhkan ketersediaan kuota vaksin yang hanya sebanyak 1000 dosis, namun warga yang dipanggil menggunakan pengeras suara untuk divaksin hanya berkisar ratusan saja ungkap warga, pdahal Pemdes Rancajaya sudah memenuhi program 1000 dosis.

Perlu diketahui, Kuota vaksin untuk Desa yang digemborkan Petugas Vaksin yang kebetulan di pantau langsung oleh Kapolres Subang AKBP. Sumarni , Kapolsek Patokbeusi, Danramil, serta Camat Patokbeusi .

“Kan kata petugasnya 1000 dosis, sementara yang daftar sesuai undangan kisaran 1000 orang. Anehnya petugas menutup dari jadwal yang sudah ditentukan untuk pemenuhan warga Desa Rancajaya hanya kisaran ratusan saja, ada apa?,” Ujar salah satu warga di lokasi vaksinasi.

“Seharusnya dipanggil urutan kisaran 1000 vaksin. Ini berdasarkan antrian stor KTP di meja panitia, tapi ternyata Petugas Vaksin tutup,” ungkapnya lagi.

Terlihat di lapangan Awak Media Libas News juga mempersoalkan prihal petugas vaksin tutup di awal, setelah lama menunggu hampir 2 jam  usai jeda sholat Jum’at, undangan vaksin untuk masyarakat tidak dapat diakomodir oleh petugas. Hal tersebut diduga lantaran kurangnya koordinasi antara petugas pelayanan vaksin dan masyarakat.

Hal tersebut menyebabkan peserta yang diundang untuk vaksinasi untuk warga Desa Rancajaya hampir semua mengeluh ke Petugas Vaksin. Orang yang merasa menyerahkan fotokopi KTP di meja pendaftaran menurutnya harus menunggu dari pagi, hingga sore ini.

Keluhan serupa juga hadir dari warga Dusun Sengon, ia berharap petugas vaksinasi dapat memperbaiki pelayanannya dikemudian hari. “Jadi di lokasi itu abis manggil tau-tau mic nya mati, orang kan pada maju-maju terus. pas terakhir petugasnya langsung sudah tutup,” keluhnya.

BACA JUGA  Sinergitas Bhabinkamtibmas Bersama Babinsa Pantau Layanan Vaksinasi di Pustu Rancajaya 

“Yang kami lebih kecewa itu karena yang dipanggil itu gak sampai 1000 orang, paling ratusan nama. Jadi untuk Pelayanannya ini yang kami keluhkan, kepada gugus tugas kedepannya, diharapkan bisa memperbaiki kinerjanya agar layanan ke masyarakat dapat tercapai maksimal, jadi pelayanan vaksinasi ini perlu dievaluasi. Terutama dalam antisipasi kerumunan seperti ini,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *