Diduga Gaji Honorer RSUD Piru Belum di Bayar, Bupati diminta Copot Direktur

  • Whatsapp

KPR.COM, Piru-Sadar atupun tidak gaji bagai pegawai honorer itu sangat penting untuk menyambung hidup para pegawai Nakes yang melayani masyarakat siang malam di RSUD Piru. Olehnya itu sangat di sayangkan jika gaji mereka belum di bayar.

Nakes itu jantung kesehatan masyarakat, jadi mereka harus di perhatikan, apalagi para pegawai Nakes yang honorer. Kasihan mereka selain gaji mereka kecil bisa di bilang, mereka di perlakukan beda dari pegawai Nakes yang PNS dan ini sangat tidak adil jika benar gaji mereka belum di bayar. Hal ini disampaikan pada media ini, Jumat, (1/9/21)

Ketua DPD Maluku PMPR Indonesia, Erpan Tella saat di minta keterangan mengatakan” Jika gaji honorer di rumah sakit umum daerah, (RSUD) Piru sudah tiga bulan belum di bayar bagi saya ini penindasan yang harus di perangi. Kemaren belum hilang dari ingatan soal Insentif Nakes sekarang muncul lagi keluhan gaji para honorer Nakes RSUD Piru yang diduga belum di bayar, bagaimana pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan berjalan baik jika masih saja ada Nakes yang merasa tertindas akibat belum di beri gaji.” Ujar Tella.

Lanjutnya” menurut keluhan yang kami terima ada dugaan bahwa tenaga honorer RSUD piru terhitung sejak bulan juli sampai september belum mendapatkan gaji. Padahal menurut informasi yang kami dapat, berapa bulan yang lalu direktur RSUD piru menyampaikan bahwa gaji akan di bayarkan setiap bulan seperti ASN.” Sebut Tella.

Tella menegaskan ” Direktur RSUD harus seger membayar gaji para Nakes honorer, sesuai apa yang di sampaikan, jika memang gaji mereka belum dibayar, jangan kurangi semangat para Nakes honorer. Sebab jika gaji mereka terlambat di bayar atupun belum di bayar, sama halnya dengan mengurangi semangat mereka, sebab mereka yang langsung melayani masyarakat.” ungkapnya.

BACA JUGA  Bupati dan DPRD SBB di Demo, Ratusan Masyarakat Adat

” Penindasan terhadap hak Nakes di RSUD Piru ini sudah hampir sering kita dengar keluhan mereka baik untuk para Nakes ASN maupun Honorer ahir-ahir ini, menurut saya hal itu mungkin terjadi karena Direktur RSUD Piru tidak mampu memimpin RSUD Piru dan bisa saja akan berpengaruh pada pelayanan para Nakes ke masyarakat SBB olehnya itu kita meminta agar Bupati SBB, Timotius Akerina untuk segera mengevaluasi kinerja atu mengganti, (Copot) Direktur RSUD Piru karena di nilai tidak mampu memimpin OPD RSUD Piru”. tegas Tella.

(Bon/Red).

 

Koran Peduli Rakyat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *