Ditanggapi : 216 kali. 126 views

Husaini Rasyid dan Eka Budiartha Soroti Kelangkaan BBM di Beltim, Khawatir Mobilitas Masyarakat Terganggu

KPR.COM, Belitung Timur – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada saat ini di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menjadi sorotan  Drs Husaini Rasyid M.Si Anggota DPRD Kabupaten Beltim dan Eka Budiartha S.Mn, M.Si Anggota DPRD Provinsi Babel. Keduanya merupakan Anggota Dewan yang diusung dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Drs Husaini Rasyid M.Si disela sela acara  Penyebarluasan Perda Provinsi Bangka Belitung Nomor 10 Tahun 2020 kepada  Koran Peduli Rakyat , Sabtu 11/09/2021, mengatakan, Ia melihat adanya kelangkaan BBM jenis Premium, Pertalit atau sejenisnya, dan ironisnya hampir di semua SPBU dan APMS banyak yang mengantri BBM menggunakan jerigen.

Kios penjual BBM sedang kosong

“Memang pada saat ini kita tahu semua dan kita sudah melihat, yang saya  lihat khususnya di Kecamatan Gantung dan Beltim secara umum ada kelangkaan BBM jenis Premium, Pertalit juga mungkin Pertamax, jadi ini memang ada pemandangan pemandangan yang ketika di SPBU, hampir semua orang yang ada di SPBU maupun APMS ketika mereka membeli bahan bakar tidak hanya untuk di sepeda motor tapi rata rata menggunakan Jerigen,” ungkap Husaini Rasyid.

Lanjut Uut sapaan akrab Drs Husaini Rasyid M.Si, ini jelas salah satu pemicu kelangkaan BBM, karena menurut Dia , ketersediaan BBM ini sangat terbatas, artinya kalau hampir semua orang tidak hanya mengisi BBM di kendaraan bermotor tapi mereka mengunakan jerigen, otomatis barang (BBM) ini akan menghilang. “ini yang pertama yang saya lihat,”ujarnya.

Pengguna kendaraan bermotor yang kehabisan bensin, hingga mendorong sepeda motornya dari Kecamatan Gantung menuju Kecamatan Manggar. (11/09)2021)

“Yang kedua kenapa BBM ini kok tiba tiba baru  pada akhir akhir ini menghilang, memang sampai dengan saat ini kami belum dapat konfirmasi dari pihak penyedia dan penyalur BBM untuk ke Kabupaten Belitung Timur ini, apakah ada pengurangan atau apakah pengiriman dari kapal terhambat, kami belum mendapatkan konfirmasi itu, ini juga salah satu, biasanya ketika keterlambatan pemasokan BBM, tongkang merapat ke penyedia BBM, ini otomatis biasanya langka BBM, karena diakibatkan cuaca,”katanya lagi.

BACA JUGA  Malam Takbiran, Polres Beltim Laksanakan Patroli Skala Besar

Kemudian selanjutnya, menurut kacamata Drs Husaini Rasyid yang pernah mengomendani Komisi 2 DPRD Beltim, Komisi yang berkaitan dengan bidang energi ini termasuk BBM didalamnya, mangatakan seiring kenaikan harga timah melambung tinggi maka akan ada kelangkaan BBM.

“Selaku Anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur, bahwa saya dari sekian lama saya sebagai Anggota DPRD, setiap harga komoditi mineral khususnya timah harganya membaik, ini kaitannya pasti kepada BBM, karena masyarakat ketika mereka menambang mineral timah ini, mereka rata rata menggunakan bahan bakar, kalau dulu bahan bakar yang sering langka ketika ada kenaikan harga timah, biasanya solar, tapi sekarang terbalik, malah sepertinya kalau solar biasa biasa saja ketersediaannya sehingga tidak menggangu yang menggunakan bahan bakar solar,”beber Husaini Rasyid.

Kemudian sekarang ini, kata Dia, terlihat para penambang ini menggunakan mesin kapasitas kecil tapi bahan bakarnya adalah premium, pertalit dan sejenisnya, sehingga mungkin inilah yang mengakibatkan kelangkaan BBM. “Ini hanya baru pantauan kita di tingkat kegiatan masyarakat,”ucapnya.

“Kami memang berharap akan ada solusi dari dinas terkait, dari institusi terkait bagaimana agar ketersediaan BBM ini tidak menggangu mobilitas masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor berbahan bakar premium dan sejenisnya, kita khawatir juga kalau barang ini (BBM) sudah sampai terhambat, kita khawatir mobilitas masyarakat juga akan terganggu,”kata Husaini Rasyid.

Selanjutnya Drs Husaini Rasyid M.Si, mengatakan akan melakukan koordinasi kepada pihak pihak terkait, nanti pengamannya agar ini ditertibkan, artinya tidak lagi satu orang itu berlebih lebih untuk mengantri BBM.

“Kasihan dong orang lain, okelah kita memahami kondisi yang terjadi sesungguhnya, tapi jangan sampai hal hal yang demikian ini menyulitkan orang lain, karena hak terhadap penggunaan BBM ini adalah hak semua warga atau masyarakat,”ujarnya.

BACA JUGA  Hadirkan 210 Kepsek Se-Cimahi, Dansektor 21 bersama Pemkot Cimahi Galakan Zero Waste

Saat ditanya akankah nanti memanggil pihak penyedia BBM, Ia menjawab, kalau memang itu dibutuhkan, kalau memang ternyata bahwa pasokannya itu berkurang, otomatis akan memanggil mereka, kendalanya ada dimana. “Tapi ketika pasokan ini seperti biasanya jumlah dan rutinitasnya seperti biasa, saya pikir kendalanya bukan di mereka, tapi terjadi bahwa kelangkaan bensin dan sejenisnya ini dikarenakan oleh mungkin aktivitas penambangan yang penggunaan bahan bakarnya bensin,”katanya.

Kesimpulannya dalam persoalan kelangkaan BBM ini menurut Husaini Rasyid, agar pihak terkait dan Pemerintah Daerah melakukan penertiban dan pengawasan dalam pendstribusian di SPBU dan APMS.

Sementara itu ditempat yang sama, Eka Budiartha S.Mn, M.Si mengatakan, masalah BBM khususnya yang bersubsidi sudah ditentukan kuotanya oleh Pemerintah Pusat, dan untuk Belitung Timur, tentulah Kuotanya tidak ditambah maupun dikurangi.

“Persolan sekarang adalah bagaimana pendistribusian dari SPBU dan APMS, dan inilah yang harus menjadi perhatian kita bersama, yang jelas untuk BBM bersubsidi haruslah digunakan untuk kegiatan yang memang sudah diatur seperti transportasi umum dan Nelayan. Untuk yang tidak bersubsidi tentulah tergantung kondisi pemakaian kendaraan pribadi yang ada di Kabupaten tersebut,”ujar Eka Budiartha.

(Salis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *