Situ Cimeuhmal, Danau dengan Segudang Potensi Wisata

Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Arm Nursamsudin melaksanakan giat kunjungan ke Danau yang bernama Situ Cimeuhmal yang berada di Kampung Kiara Payung RW 16, Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Sabtu (21/08/2021)

“Hari ini saya bersama perangkat dari BBWS dan komunitas lingkungan hidup meninjau keberadaan sebuah danau atau situ yang terletak di Cimeuhmal Banjaran Wetan kecamatan Banjaran kabupaten Bandung, dimana keberadaan situ ini masih sangat alami meski telah dibangun seperti bendungan. Situ Cimeuhmeul ini masuk dalam wilayah kerja Sektor 21 satgas Citarum Harum dan kami akan menjaganya,” tutur Dansektor 21.

Bacaan Lainnya

Dalam giat kunjungan tersebut Dansektor 21 didampingi oleh pejabat BBWS yaitu R.Yayat Yuliana SE., MM., selaku Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan I SDA Citarum BBWS, Sari Kurniawati, ST.,MT., selaku staff BBWS, Dansubsektor 07-21 Serma Andri dan anggota, serta beberapa awak media.

Setelah sampai di tempat berkumpul bernama Kopi Cimeuhmal, akses menuju Situ Cimeuhmal masih sulit untuk dijangkau, hingga harus ditempuh dengan berjalan kaki lebih dari 1 kilo meter dengan kondisi jalan menanjak dan berbatu serta tanah coklat. Jika dalam kondisi basah sehabis hujan maka kondisi jalan licin dan harus berhati-hati. Dibutuhkan waktu sekitar kurang dari satu jam menuju area danau.

Namun setelah sampai ke danau, rombongan disuguhi oleh pemandangan di Situ Cimeuhmal dengan lanskap kokohnya Gunung Malabar dengan varian koleksi flora dan faunanya, berswafoto, bersantai dengan hammock atau camping bersebelahan dengan situ.

BACA JUGA  Dansektor 21 Dukung Program PWI pada Hari Pers Nasional

Rombongan Dansektor 21 diajak ke satu tempat dimana terdapat mata air yang diberi nama Mata Air Cikahuripan yang menjadi salah satu sumber air dari danau tersebut. Sumber mata air Situ Cimeuhmal sendiri ada tiga yaitu mata air Balong Mandor, Cikahuripan, dan Kadal Mateng. Dengan hadirnya tiga mata air itu, situ ini tak akan kekeringan saat kemarau.

Danau ini telah dibangun lebih dari 10 tahun, dulu wilayah ini sering digunakan oleh masyarakat umum sebagai jalur untuk sepeda motor trail. Setelah dibangun secara bertahap sejak 10 tahun lalu, sudah tidak diperbolehkan lagi menjadi jalur motor trail.

Nama Cimeuhmal konon diambil dari nama sebuah pohon yang tumbuh di lokasi situ bernama meuhmal. Dahulu, warga menyebut situ itu sebagai Situ Ermat, merujuk pada seorang sesepuh yang kerap berkholwat di tempat itu. Situ Cimeuhmal sendiri memiliki luas sekitar 1 hektar dan ditengah danau terdapat pulau kecil yang menjadi tempat adanya tulisan BBWS Citarum.

Berdasarkan keterangan yang ia dapat dari masyarakat, Dansektor 21 menuturkan, “Danau ini dinamai Cimeuhmal dengan memilik arti menjaga. Dengan nama tersebut artinya masyarakat sekitar harus bisa menjaga keberadaan danau ini karena sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Dalam konteks perekonomian, daerah ini bisa menjadi area pariwisata yang bakal disenangi oleh warga terutama dari berbagai wilayah hingga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga sekitar. Dan tentunya dengan tetap menjaga kondisi alamnya tetap asri dan bersih,” tuturnya.

Selaku Pejabat dari BBWS, R. Yayat Yuliana SE.,MM., memaparkan, “Ada beberapa desa diwilayah danau ini yang sangat membutuhkan air danau ini. Tentunya kondisi danau harus terus terjaga hingga ketersediaan air bagi warga bisa terus terpenuhi,” paparnya.

BACA JUGA  Eco Enzyme Solusi Multi Manfaat Pendukung Program Citarum Harum

“Sudah menjadi tanggungjawab kami juga untuk terus memantau kondisi danau disini agar tetap terjaga dan melakukan revitalisasi jika dibutuhkan seperti pengerukan sedimentasi dan sebagainya,” ungkapnya.

Kerjasama dengan satgas Citarum Harum, Kodam III Siliwangi serta masyarakat kata Sari Kurniawati, ST.,MT., selaku staff BBWS diharapkan mampu memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi kelestarian alam terutama di Situ Cimeuhmal ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.