Dian Rusdianto – Pengerjaan TPS 3R Mengusung Konsep Pemberdayaan Untuk Menyerap Padat Karya Tunai

Giat monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan Konsultan Advisori PUPR pada hari Rabu (9/6/2021), sampaikan beberapa hal terkait pelaksanaan pekerjaan TPS 3R Kp. Sukamelang RT.01 RW.14 Desa Manggungharja, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.

Selama 13 hari pengerjaan sejak 27 Mei lalu, KSM Padepokan yang diketuai Ujang Suandana capai 9% tahap pekerjaan TPS 3R. Diketahui sebelumnya bahwa pembangunan TPS 3R Citarum Harum ini sepenuhnya dilaksanakan oleh masyarakat melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Bacaan Lainnya

Dalam giat tersebut disampaikan oleh Dian Rusdianto selaku TA Sipil Konsultan Advisori PUPR, monitoring dilakukan untuk mengecek pelaksanaan di lapangan agar sesuai dengan perencanaan, sehingga hasil dari kualitas pekerjaan bisa dijaga.

“Kegiatan hari ini lebih kepada monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan pekerjaan dilapangan. Harapannya dari desain yang sudah selesai, pelaksanaan di lapangan itu sesuai dengan perencanaan sehingga hasil dari kualitas pekerjaan bisa kita jaga. Karena proses pelaksanaan kan ada pengontrolan terkait tiga hal diantaranya bentuk, waktu dan biaya,” kata Dian.

“Saat ini salah satu kita kontrol terhadap waktu dan beberapa dimensi. Memang ada yang harus diperbaiki seperti jarak antara sengkang yang kurang sesuai, tapi itu masih bisa diperbaiki,” lanjutnya.

Masih kata Dian, bahwa pada pada pelaksanaan pembangunan yang sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat, masih wajar apabila terjadi kesalahan selama itu bisa diperbaiki, karena salahsatu tujuan dari pembangunan ini menyerap padat karya tunai dari masyarakat.

“Jadi sebetulnya pekerjaan yang dikerjakan oleh masyarakat ini selalu aja ada *miss*. Ada kesalahan itu wajar karena dikerjakan oleh bukan tenaga profesional atau tenaga ahli. Dikerjakan oleh profesional pun selalu ada kesalahan, apa lagi ini oleh masyarakat. Tapi itu masih bisa ditoleransi selama bisa langsung diperbaiki karena konsepnya itu kan pemberdayaan untuk menyerap Padat Karya Tunai,” jelasnya.

BACA JUGA  Satgas Babat Rumput Liar Untuk Kelancaran Aliran Sungai Cisarea

Menurut Dian, dalam kegiatan monitoring pekerjaan ini walaupun ada kesalahan itu masih dalam batas wajar, artinya masih bisa diperbaiki. Tetapi beberapa item pekerjaan justru lebih dari spek seperti sambungan yang harusnya 48 diameter dan pondasi dengan lebar 30 cm itu lebih dari spek yang seharusnya. “Mungkin itu karena dikelola oleh masyarakat yang bukan tenaga profesional, tapi masih dapat ditoleransi,” tegasnya.

Menerima kunjungan Monitoring, Ketua KSM Padepokan sampaikan akan segera memperbaiki sesuai masukan dari Tim Konsultan. “Terima kasih saya sampaikan kepada Media untuk menyampaikan beberapa hal tentang apa yang ada di lapangan di KSM Padepokan. Menanggapi kunjungan dari Balai Pemprov saya sebagai pelaksana KSM Padepokan masukkannya ada beberapa hal tentang pemasangan dan lainnya InsyaAllah mudah-mudahan bisa berjalan dengan lancar. Namun ada beberapa kendala disampaikan oleh Balai itu, hari ini akan disesuaikan dengan yang ada di lapangan,” ujarnya.

TPS 3R Dusun Padepokan nantinya akan menampung sampah sebanyak 800 KK dari 4 RW. Ujang Suandana berharap kegiatan yang dilaksanakan oleh KSM Padepokan ini dapat menjadi gambaran sebuah pembangunan infrastruktur yang dapat dilaksanakan oleh KSM selanjutnya.

Hadir dalam kegiatan ini Konsultan Advisori PUPR Dian Rusdianto (TA Sipil), Evy Soemantri (Fasprov), Nabilah Fildzah (Asisten TA), Staff PPK Sanitasi Wilayah 2 Frida dan Sandi, Anggota Subsektor 09 Peltu Cece Suhendri dan Serma Andri serta Awak Media.

Rosadi Azis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.