Perlu Solusi Terbaik Penumpukan Sampah di TPS Desa Linggar Agar Tak Masuk ke Badan Sungai

Ket : Salah Satu Warga Yang memanfaatkan Tumpukan Sampah di TPS Desa Linggar

Jumlah penduduk dengan tingkat pertumbuhan yang terus bertambah mengakibatkan bertambahnya volume sampah. Di samping itu, pola konsumsi masyarakat memberikan kontribusi dalam menimbulkan jenis sampah yang semakin beragam, antara lain, sampah kemasan yang berbahaya dan sulit diurai oleh proses alam.

Selama ini sebagian besar masyarakat masih memandang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna, bukan sebagai sumber daya yang perlu dimanfaatkan. Masyarakat dalam mengelola sampah yaitu dengan sampah dikumpulkan, diangkut lalu dibuang ke tempat pemrosesan akhir sampah. Padahal, timbunan sampah dengan volume yang besar berkontribusi terhadap pemanasan global. Disamping itu, lokasi yang berjarak dekat dengan sungai berpotensi mencemari sungai dan ekosistem nya.

Apabila penumpukan dengan volume besar dibiarkan hingga meluber ke Sungai, maka akan lebih banyak menimbulkan masalah. Seperti pada beberapa waktu lalu Satgas Citarum Harum Subsektor 21-01 harus bekerja ekstra dan bekerja sama dengan beberapa pihak untuk mengangkat tumpukan sampah di Sungai Cikijing dengan segala kendala yang ada.

Bacaan Lainnya

Salah satu lokasi sampah liar di Desa Linggar oleh Dinas Lingkungan Hidup telah didorong untuk menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) untuk satu RW yaitu RW 07 Desa Linggar Kecamatan Rancaekek. Namun setelah berjalan, kondisi sampah yang selalu penuh hingga terjadi penumpukan. Ini seharusnya menjadi sebuah perhatian dilanjutkan dengan langkah penelusuran dari manakah sampah-sampah yang masuk ke TPS tersebut.

BACA JUGA  HUT ke-80 SMAN 3 Yogyakarta, Dukcapil Goes To School Jemput Bola Rekam KTP-el Pemilih Pemula
Ket : Dokumentasi Penumpukan di TPS Desa Linggar Sebelum Diangkut DLH

Perlu adanya kerjasama antar pemerintahan setempat dengan segala unsur masyarakat guna mencari solusi yang tepat untuk mencegah permasalahan sampah ini berlanjut. Terkait solusi sampah sendiri menurut salah satu Pegiat Kampung Saber di Desa Linggar harus menjadi sebuah inisiatif dan inovasi warga, setidaknya sampah keluarga itu bisa di kelola dan bisa dimanfaatkan oleh masing-masing warga di wilayahnya sendiri, baik di pisahkan antar sampah organik dan anorganik atau pun bisa juga di jadikan sebagai Tematik Magot. Adapun dari pihak Desa Linggar menyampaikan selama ini terus mendorong ke setiap dusun dalam langkah penangan sampah ini.

Seperti yang dikatakan Kades Linggar pada Sosialisasi dan Musyawarah tindak lanjut Pengelolaan Sampah di Desa Linggar bulan lalu (23/3) beberapa solusi yang disampaikan, “Kita sudah canangkan bahwa para pekerja pengangkut sampah nantinya bukan pengangkut sampah lagi, namun sebagai pegawai pengelola sampah yang nantinya pengelola sampah ini kegiatanya dari hasil sampah yang di kumpulkan akan di pilih dan dipilah di wilayah masing-masing.”  Kata Kades Linggar

Pihaknya pun akan selalu melakukan pemantauan kepada seluruh wilayah RW dan juga akan melakukan pembinaan kepada para pelaku pengelolaan sampah.

Rosadi Azis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.