Siswa unggul, Indonesia maju. Maluku berkarakter.

KPR.COM, Ambon-Program merdeka belajar melalui kementrian pendidikan dan kebudayaan merupakan upaya Mas men sudah dijalankan mulai dari tahun 2020 sampai 2021, dengan tujuan meningkatkan mutu kualitas pendidikan indonesia lebih unggul.

Mutu dalam program merdekah belajar di proritas kepada Guru guna sebagai instrumen pertama dalam pembelajaran dism sekolah. Merdeka belajar menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid dan mengerakan ekosistem pendidikan yang lebih baik. Hal ini disampaikan pada kru media ini Selasa, (23/03/21).

Dosen dari Universitas Darussalam Ambon, Febriwaty Watimury mengatakan” Program merdeka belajar melalui kementrian pendidikan dan kebudayaan meluncurkan dengan salah satu tujuan mencerdaskan bangsa dalam hal ini, siswa sebagai generasi pengganti. dengan melibatkan guru sebagai pemeran perubahan ekosistem belajar di sekolah, terdapat program pemerintah yaitu, sekolah penggerak, kepala sekolah penggerak dan guru penggerak.” ujarnya.

Lanjutnya” Dirasakan perlu adanya pergerakan yang lahir dari kemaun utuh dalam diri, untuk sama sama dengan pemerintah merubah marwah pendidikan yang sesungguhnya, merdeka belajar di mulai dari guru sebagai sistem pengendali. Program ini dilakukan melalui learing management system, selama 9 bulan dan setiap bulannya di adakan pendampingan dan lokakarya guna melihat sejauh mana progresnya, maluku ralam angkatan 1 memiliki Calon guru penggerak” beber Watimury.

”Indonesia mempunyai target pada tahun 2045 yaitu membentuk generasi emas,  generasi yang dapat sesuaikan dengan perkembangan zaman yang semakin pesat dan mempunyai nilai karakter yang tinggi. Pemerintah merancang kurikulum 2013 sebagai persiapan generasi emas di tahun 2045 kelak.”

“Karakter bangsa Indonesia yang sekarang ini Membuat kegelisahan kita di mana Indonesia   dihadapkan dengan kejahatan yang merajalela seperti korupsi ini lakukan oleh banyak pihak pembunuhan kekerasan dan lain sebagainya ini dapat dipastikan karena kurang adanya penekanan pembentukan karakter pada kurikulum pendidikan sebelumnya.”

BACA JUGA  Disdik Kabupaten Bogor Adakan Pembinaan Bagi Kepsek dan Komite Se Kecamatan Cibungbulang

” Pada kurikulum 2013 siswa dituntut agar mempunyai kemampuan dalam memecahkan masalah, berfikir kritis,inovatif dan enterpeuner agar mampu untuk bersaing di dunia kerja atau global. Alasan kenapa siswa dituntut untuk dapat memecahkan masalah adalah agar mampu menghadapi banyak resiko dalam situasi yang tidak pasti di abad 21 ini. ” jelas Watimury.

” Pendidikan yang susah dicapai bukan disebabkan karena sulitnya siswa dalam akses pendidikan seperti mereka harus menyeberangi Sungai dan Bukit hingga sampai ke sekolah namun pendidikan karakter dan generasi unggul akan tercipta dari tenaga pengajar yang unggul pula lagi profesional yang dapat menunjukkan contoh yang baik.  Siswa tidak akan mempunyai karakter yang baik jika tenaga pendidik menunjukkan karakter yang tidak baik.” Tutur Watimury.

“Ada empat karakter individu,  pertama kolektif yaitu individu yang tegas, dan suka terhadap tantangan, kedua sanguine adalah tipe individu yang praktis, cria, dan suka dengan kegiatan sosial. dan yang ketiga adalah plegmatis yaitu individu yang suka bekerja sama, menghindari perelisihan, tidak gegabah, suka kedaimaian, dan menyukai hal yang pasti, keempat melankolik adalah individu yang suka menyimpan kemarahan, perfeksionis dan suka dengan kegiatan yang rutin. Dari berbagai macam ciri-ciri siswa ini maka sudah menjadi tugas pendidik dan tenaga kependidikan untuk dapat mengarahkan mereka dengan pendidikan berkarakter agar semua jenis karakter dapat menjadi generasi emas.” Tutup Febriwaty Watimury, Dosen dari Universitas Darussalam Ambon.

(Et/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.