DPK Sejajaran Surati Ketum DPP GMNI Tolak Hasil Konfercab Ambon Ke-XII

KPR.COM, Ambon-Lewat surat penolakan Nomor : 01/Int/DPK.GmnI-SEJAJARAN UNPATTI & DPK Politeknik/III/2021. dengan perihal Surat Penolakan  Hasil Konfercab GmnI Ambon langsung di tujukan kepada Ketua Umum DPP GMNI di Jakarta.

Pasalnya berdasrakan Surat Penolakan Dewan Pengurus Komisariat Sejajaran UNPATTI dan Dewan pimpinan Komisyariat politeknik. No: 01/Int/DPK.GmnI-Sejajaran UNPTTI & DPK politeknik. Maka, melalui Surat ini Kami DPK Sejajaran UNPATTI,  dan DPK Poltek sampaikan dengan tegas Kepada Ketua Umum DPP GmnI terkait dengan hasil KONFERCAB GmnI-Ambon yang tidak sesuai dengan mekanisme dan Konsitusi GmnI.

Bukan saja itu DPK sejajaran ini juga menggambarkan kronologis masalah konfercab sehingga mereka dapat menyatakan sikap penolakan pada tagal.17 Febuari. 2021. DPC-GmnI ambon mengadakan KOFERCAB KE-XII. Dengan tema: peluang dan tantanggan Kader GmnI dalam pergulatan Transformasi Zaman. Mulainya siding-sidang hingga masuk dalam Pleno I. Hal ini di sampaikan pada media ini Jumat, (12/03/21).

Ketua Komisariat Hukum Unpatti Ambon, Oktovianus Nurlatu mengatakan” penolakan yang dilamukan oleh DPK GMNI Sejajaran Pada lingkup GMNI Cabang Ambon ini merupakan amanah konstitusi yang harus di jaga sebagai pondasi kita berGMNI berdasarkan roh GMNI itu sendiri sehingga konstitusi lembaga kita ini tetap terjunjung tinggi.” ujarny.

Dijelaskan juga kronologis “pembahasan dan Pengasahan Jadwal Acara sampai pada pembahasan dan pengesahan Peserta penijau, namun terjadinya dinamika,dalam forum KONFERCAB, maka terjadinya skrosing dan akan dilanjutkan pada taggal. 21, febuari di Aula Korem XVI/PTM.”

Untuk melanjutkan sidang-sidang selanjutnya namun dinamika dan intervensi yang di mainkan sehigga terjadinya skorsing sidang-siadang yang ke dua kalinya  dan akan di lanjutkan sidang-sidang selanjutnya pada tanggal 7 maret di aula DPRD provinsi Maluku tanpa ada informasi dari DPC dan tim kordinator kepada DPK sejajaran Unpatti dan DPK politeknik  untuk menghadiri sidang- sidang selanjutnya.

BACA JUGA  Pernyataan Penjabat Desa Taniwel Diduga Akibat Masuk Angin

Sampai pada proses pemelihan ketua dan sekertaris GmnI ambon tetapi ada terjadi Intervensi senior dalam proses pemelihan tersebut, sehingga diangkat ketua dan sekcab tidak memenuhi kriteria dan mekanisme berjalannya sidang-sidang dan hal yang paling fundamental adalah DPK SEJAJARAN UNPATTI dan DPK Politeknik Tidak mengetahui terpilihnya ketua dan sekretaris GmnI-Ambon tersebut.
Berdasarkan kronologi diatas, Oleh karena itu adapun poin-poin yang dapat kami sampaikan sebagai berikut:

1. KONFERCAB GmnI-ambon cacat mekanisme persidangan dan tidak sesuai dengan AD/ART GmnI
2. Adanya Intervensi Senior dalam Konfercab GmnI-Ambon.
3. Tidak ada komunikasi lanjutan KONFERCAB antara DPC, Tim Kordinator dengan DPK-SEJAJARAN UNPATTI dan DPK Politeknik
4. Ketua terpilih tidak memenuhi kriteria pencalonanan dan tidak ada dukungan dari dpk sejajaran unpatti.
5. Sekcab terpilih mencalonkan diri tanpa sepengetahuan dari ketua dan sekretaris dan tidak di REKOMENDASI dari DPK asal (DPK FISIP UNPATTI) Dan DPK-SEJAJARAN UNPATTI.
6. Meminta sekertaris jenderal DPP GmnI untuk segera mundur dari jabatan karena tidak mampu menyelesaikan konflik di internal GmnI Ambon
7. Apa bila DPP tidak mampu untuk menyelesaikan konflik DPC GmnI Ambon dan memihak kepada DPC GmnI Ambon yang konstutional maka kami DPK sejajaran Unpatti dan DPK Politeknik akan keluar dari GmnI hasil Kongres cristen center Ambon dan bergabung dengan organisasi marhaenis lain.” jelasnya.

(Et/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.