Bhabinkamtibmas Desa Rancajaya Hadiri Sosialisasi Sanitasi Pedesaan

 

Subang koranpedulirakyat.com – Dalam rangka mendukung program pencegahan stunting atau gangguan pertumbuhan anak usia dibawah lima tahun (balita) di Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan dukungan melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perdesaan Padat Karya, dan Sanitasi Perdesaan Padat Karya di Kabupaten Subang

Bacaan Lainnya

Sebagai salah satu penerima program padat karya Sanitasi Pedesaan Padat Karya tahun 2021, Pemerintah Desa Rancajaya mengelar sosialisasi PAM SIMAS bertempat di aula Desa Rancajaya Kecamatan Patokbeusi yang dihadiri oleh Kades Rancajaya, Pendamping dari Pamsimas Kabupaten Subang, Bhabinkamtibmas beserta perangkat Desa Rancajaya, Rabu (10/3/2021).

H. Kosasih selaku Kepala Desa Rancajaya  dalam kesempatan itu mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu undangan dan menjelaskan salah satu penanganan stunting yaitu dengan adanya program sanitasi perdesaan dari Kementerian PUPR sesuai dengan kriteria penerima manfaat program.

“Program yang dilaksanakan di Desa Rancajaya ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas sanitasi (air limbah), meningkatkan kesadaran masyarakat tentang PHBS dan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pelibatan masyarakat dalam program penyediaan infrastruktur,” tuturnya.

Pendamping Pamsimas Kabupaten Subang dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa dalam penanganan pencegahan stunting dalam bidang air minum dibagi menjadi dua program, yakni Pamsimas dan SPAM Perdesaan Padat Karya.

“Program Pamsimas berkontribusi pada pencegahan stunting melalui intervensi sensitif atau pengaruh tidak langsung, yakni dengan penyediaan sarana air minum dan sanitasi layak serta perubahan perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.

BACA JUGA  Vaksinasi Di Huamual Capai Seribu Lebih

“Pamsimas dilaksanakan dengan menyediakan akses air minum aman melalui uji kualitas air, penyediaan sanitasi untuk stop buang air besar sembarangan (BABS), dan perubahan perilaku dengan mengadopsi gaya hidup bersih sehat seperti gerakan cuci tangan pakai sabun,” tambahnya.

Program ini anggarannya langsung dari Provinsi dan direalisasikan langsung ke Kelompok Sosial Masyarakat (KSM), “Mudah-mudahan program ini dapat berjalan dengan lancar walaupun ditengah pandemi Covid-19 dan semoga bisa berguna bagi penerima manfaat,” ujarnya.

Sementara, Bhabinkamtibmas Desa  Rancajaya Bripka Budi Setiawan yang turut mengahadiri sosialisasi Pamsimas menjelaskan bahwa ia sangat mendukung program ini karena dapat meningkatkan pendapatan dari warga, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat sekaligus dapat mendukung program pencegahan stunting atau gangguan pertumbuhan balita.

“Dalam pelaksanaan sosialisasi kali ini seluruh peserta telah menerapkan protokoler kesehatan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 sesuai dengan intruksi dari Pemerintah dan kegiatan kali ini berjalan dengan aman dan lancar,” terang Bripka Budi Setiawan.

Kontributor : (Suhata/Nursalim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.