Kunjungan Awak Media, Serma Syamsudin Paparkan Permasalahan Sungai Cibodas

Kunjungan awak media ke Posko Satgas Citarum Subsektor 21-16 Cicalengka yang beralamat di Kp. Bangbarakan, RT 01 RW 01, Desa Babakan Peuteuy, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung telah dilaksanakan pada hari Jum’at (5/3/2020). Kedatangan awak media disambut baik oleh dua anggota Subsektor 16 Serma Syamsudin dan Sertu Toni Kurnianto.

Posko Satgas Sektor 21 Subsektor 16 Cicalengka ini tepat berada di bantaran Sungai Cibodas, salah satu sungai utama yang menjadi wilayah tugas Subsektor Cicalengka.

Bacaan Lainnya

Sungai Cibodas, dijelaskan oleh Serma Syamsudin hulunya berada di Tanjungwangi daerah Curug Cinulang yang membentang melintasi Desa Dampit, Babakan Peuteuy, Cicalengka Wetan, Cicalengka Kulon, Tenjolaya dan hilirnya ke sungai Citarik. Ia juga mengungkapkan beberapa permasalahan dari hulu hingga hilir sungai Cibodas ini.

“Yang Kita waspadai pertama itu longsor, terjadinya longsor karena berada di ketinggian dan di sini sudah dua lokasi di Tanjungwangi dan di daerah Dampit,” kata Serma Syamsudin.

“Kalau hutannya memang masih bagus karena dikelola oleh PT BGT dan KW yang punya Pembibitan pohon,” lanjutnya.

Untuk di Cibodas ini masih kata Syamsudin limbah kotoran hewan tidak ada, namun ada 14 perusahaan penyumbang limbah cair di aliran sungai Cibodas yang tak luput dari pantauan Anggota Satgas Subsektor 16.

Tapi permasalahan juga datang dari warga, terutama sampah berikut limbah kakus dari warga yang bermukim di samping DAS Anak Sungai Citarum.

BACA JUGA  Revitalisasi dan Normalisasi Sungai Cisunggalah, Wilayah Kerja Subsektor 21-17 Solokanjeruk

“Dari kakus itu dari pantauan yang kami peroleh ada 162 saluran langsung dialirkan, dibuangnya ke sungai, memang ada juga yang bikin komunal secara mandiri koordinasi dari RT setempat, kalau untuk program Citarum itu belum tercapai karena banyaknya warga, perlu beberapa komunal yang dibuat dan terkendala lahan karena berdempetan rumah-rumahnya,” tuturnya.

Adapun untuk permasalahan sampah, arahan Dansektor 21 Kolonel Arm Nursamsudin kepada Subsektor 16 untuk memberikan bantuan kepada warga berupa bata dengan pasir, “Kita sendiri yang koordinasi dengan RT, RW setempat karena itu untuk kepentingan setempat membantu program Citarum, jangan sampai membuang sampah sembarangan. Alhamdulillah sekarang itu sampah di sungai sangat berkurang dengan adanya Satgas Citarum, kita selalu patroli bersama anggota Gober dari masyarakat untuk menyisir masalah pembuangan sampah, Alhamdulillah sekarang sudah lebih baik.

Untuk survei yang dilakukan Subsektor 16 telah merekomendasikan dua tempat yang akan dibangun bak sampah diantaranya Desa Narawita sama di Tenjolaya.

Tanggapan warga untuk bantuan pembangunan Bak sampah ini disampaikan Syamsudin sangat antusias, apalagi selama adanya Subsektor 16, kerjasama antara Satgas dan Warga sangat bagus, contoh kecilnya untuk gotong royong membersihkan sungai. Karena kerjasama ini terbangun demi kepentingan Warga itu sendiri, “Andai kata kalau kita tidak menjaga alam, apa yang akan alam berikan untuk anak cucu kita nanti? Jadi saya sampaikan di setiap kegiatan karbak atau komsos, Mari kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita,” pungkasnya.

Rosadi Azis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.