LSM PMPR INDONESIA KEMBALI SIKAPI MASALAH PASAR TRADISIONAL KOTA BANDUNG

Ketua Umum LSM. PMPR Indonesia Rohimat joker, yang lebih akrab disapa Joker kembali menyikapi masalah Pasar Kota Bandung, pasalnya temuan beberapa tahun lalu yang di sampaikan kepada walikota Bandung sampai saat ini tidak tersentuh, pihaknya menduga tidak ada niat baik atas perbaikan pasar Kota Bandung.

Dituturkan oleh Ketum PMPRI tersebut beberapa temuan PMPRI telah disampaikan, salah satunya persoalan tentang dugaan penyimpangan garam juara pun sampai saat ini tidak jelas.

Bacaan Lainnya

Kembali kepada pokok persoalan yang telah disampaikan kepada pemerintah Kota Bandung, masalah pengelolaan aset dan alih fungsi serta retribusi masih terlihat amburadul.

Seleksi jajaran Direksi pun tidak menjadi sebuah jawaban dari hasil Investigasi PMPRI tentang temuan tersebut, pasalnya jajaran direksi yang baru belum diketahui target dalam menjalankan amanat dari Walikota sebagai Owner.

“Sampai saat ini belum terdengar adanya Pakta Integritas Jajaran Direksi, kalaupun telah ada, dengan dasar apa Jajaran Direksi baru sebagai bahan dasar pakta integritas,” paparnya. Joker menyoroti hal tersebut menyampaikan bawah PMPRI telah mengetahui hiruk pikuk di PD Pasar khususnya mengenai SDM. Artinya, jika Jajaran Direksi bekerja berdasarkan info Karyawan, ada kecenderungan bahwa kejadian seperti jajaran Direksi sebelumnya akan terulang, dikarenakan penyimpangan PD Pasar cukup masif di kalangan karyawan baik tingkat pusat sampai ke unit-unit pasar tradisional.

Persoalan baru terungkap bahwa PMPRI kedatangan beberapa pedagang di salah satu pasar yang mengeluh dengan surat edaran dari PD Pasar yang di tanda tangani oleh Direktur Operasional tentang keterlambatan pembayaran dan denda, hal ini cukup memberatkan pedagang di masa pademi Covid-19. Joker menyampaikan bahwa para pedagang bukan tidak bisa memenuhi kewajiban, tetapi meminta keringanan di saat pademi.

BACA JUGA  LSM PMPRI Soroti Alih Fungsi Hutan Konservasi di Kabupaten Garut

Selain itu ada lagi permasalahan yang disoroti PMPRI, “PMPRI memantau bagaimana nasib para pedagang khususnya Pasar Cijerah pasca musibah kebakaran dari tahun 2012 sampai saat ini belum adanya pembangunan ataupun renovasi seperti yang dijanjikan namun pedagang tetap dituntut kewajiban, sedangkan PD Pasar tidak memberikan Hak atas pelayanan yaitu menyiapkan tempat usaha atau berjualan,” jelas Joker.

“Atas dasar di atas, kemungkinan beberapa hari kedepan PMPRI akan menggelar aksi unjuk rasa seperti waktu-waktu yang lalu. Hal ini dilakukan agar Pemerintah Kota Bandung dan PD Pasar dengan jajaran Direksi baru punya semangat dan niat baik membawa para pedagang tradisional lebih sejahtera, sekaligus menyampaikan beberapa temuan baru hasil Investigasi PMPRI atas keamburadulan perusahaan daerah tersebut,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.