Kadis LH Maluku: Ada Peluang Penambangan Marmer Di Negeri Kasieh

KPR.COM, Maluku-Kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Roy Syauta menyebutkan bahwa ada peluang penambangan Marmer PT. Gunung Makmur Indah (GMI)di Negeri Kasieh Kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Pasalnya kalau di lihat secara jujur, syarat dari perwakilan masyarakat itu ada 7 Orang, di antaranya 5 orang setuju dan 2 orang lainnya menolak, dengan demikian presentase yang menerima itu lebih besar dari pada yang menolak, hal ini saya sampaikan sesuai dengan hasil sidang ANDAL dan AMDAL yang di lakukan pada hari, jumat 11 Desember 2020 di lantai tiga kantor Bupati SBB, ” Ujarnya.

Perihal demikian di sampaikan pada hari, senin (14/12/2020) saat bertemu langsung dengan Aliansi Taniwel Raya (ANTARA) di kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku.

Lanjutnya, dan kalau di Negeri hulung itu, kami sudah memprediksi hal demikian, sehingga kami akan menjaga, kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, misalnya konflik sehingga di berita acara kemarin sudah membicarakan hal demikian.” Ungkapnya

“Tetapi untuk Negeri Kasieh itu nantinya dari pihak perusahaan akan turun kembali lagi ke masyarakat meminta persetujuan ulang, dan apabila mereka menolak maka sudah pasti perusahaan tidak akan beroperasi, karena AMDAL itu bukan harga mati”

Setelah itu, di tanggapi oleh koordinator Aliansi Taniwel Raya, Reimod Nauwe yang menjelaskan bahwa, kemarin saat sidang AMDAL itu kami ada di lapangan, dan kami juga menilai bahwa seakan-akan masyarakat di paksakan untuk menerima kehadiran tambang ini, karena, beberapa perwakilan dari Negeri terdampak juga tidak ada dan bahkan awalnya Negeri Taniwel itu menolak, tetapi kenapa masih di bahas pada saat sidang AMDAL berlangsung? ” Jelas Nauwe sambil bertanya

“Kami juga sesalkan berbagai kegiatan yang di lakukan oleh pihak pemerintah daerah, provinsi dan pihak perusahaan, yang seakan-akan mau membuat konflik di tengah-tengah masyarakat soal kehadiran tambang yang sebetulnya tidak jelas ini” Kesal dia

BACA JUGA  Mimpi Maluku LIN, Nelayan SBT Minim Alat Tangkap

Kalau soal Negeri Kasieh, secara jelas, tidak ada keputusan terima saat sidang AMDAL berlansung, karena terjadi kekacauan di ruangan sidang dan langsung di skorsing, tetapi untuk Nukuhai, secara jelas perwakilan masyarakat saat sidang AMDAL itu menolak dan mereka juga ada membawa surat keputusan bersama SKB yang di bubuhi oleh tanda tangan kepala-kepala soa dan Badan Permusyawaratan Desa untuk menolak PT. GMI” Cetus Nauwe

Kami berjanji akan mengawal sampai tuntas persoalan harga di Negeri kami yang akan di rampok oleh kolonial moderen ini sampai betul-betul, PT. GMI ini angkat kaki dari tanah kami, meski nyawa taruhannya.

(Bondan/Red)

Koran Peduli Rakyat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.