POLWAN SEJARAH DAN AFIRMASI HUKUM

“POLWAN SEJARAH DAN AFIRMASI HUKUM

Oleh :


Muhammad Syauki Manuputty
(Sekjend Independent Publik Watch)

KPR.COM-Setiap 1 September, Kepolisian RI memperingati hari ulang tahun Polisi Wanita atau yang umum disebut Polwan. Tahun ini, Polwan sudah menginjak usia 72 tahun. Bagaimana sejarah berdirinya Polwan,  Ternyata terbentuknya Polwan dirintis oleh enam gadis remaja asal Minang, Sumatera Barat, menjadi awal mula lahirnya Polwan pada 1 September 1948. Mereka mengikuti Pendidikan Insptektur Polisi di SPN Bukittinggi dan menjadi ABRI perempuan pertama. Bermula dari peristiwa Agresi II hingga terjadi pengungsian besar-besaran kaum perempuan dari semenanjung Malaya. Mereka menolak diperiksa dan digeledah secara fisik oleh kaum pria.

Dari peristiwa ini, pemerintah Indonesia menunjuk Sekolah Polisi Negara (SPN) untuk membuka Pendidikan Inspektur Polisi bagi kaum perempuan. Melalui proses seleksi, terpilihlah enam remaja perempuan asal negeri Minang, untuk mengikuti pendidikan tersebut. Mereka bernama Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina, Dahniar, Djasmainar, dan Rosnalia. Kasus kejahatan pada perempuan, kenakalan anak-anak dan remaja, hingga kasus serta perkelahian antar-pelajar yang meningkat, membuat Korps Polisi Wanita lebih berperan dalam eksistensinya pada Polri

Letak Kerja Polwan

Sistem penerimaan anggota baru di Polwan seperti halnya pada satuan kepolisian pria. penerimaan anggota baru di satuan kepolisian wanita juga menjalani prosedur yang tak jauh berbeda. Hanya saja, banyak hal yang riskan terjadi pada polisi wanita. Hal ini membuat polisi wanita selain harus pandai melaksanakan tugasnya sebagai pengayomi masyarakat seorang polwan juga harus pandai menjagadiri. Realitas tersebut merupakan tantangan serius Korps Polisi Wanita untuk lebih berperan dan membuktikan eksistensinya di tubuh Polri. Meskipun hingga saat ini juga sudah ada Polwan yang memegang jabatan sebagai Kapolres.

BACA JUGA  Antisipasi Potensi Banjir, Dansektor 21 Terima 5 Unit Motor Pengangkut Sampah dari Kodam III/Siliwangi

Ketika wanita memimpin, Sosok polisi wanita ini paling tidak mengingatkan kita pada buku yang berjudul The Better Angels of Our Nature. Buku tersebut mengajak pada pertanyaan yang lebih mendasar: Apakah gender itu memang penting dalam kepemimpinan? Menurut stereotipe, berbagai studi psikologi menunjukkan bahwa laki-laki cenderung menggunakan apa yang dinamakan hard power of command (kekuatan keras komando), sementara wanita secara naluriah lebih cenderung pada penggunaan soft power of persuasion (kekuatan lunak persuasi).

Polwan dan Tantangan-Tantanganya

Setiap orang memiliki hak untuk menarik lebih dekat dengan masa depan, begitu juga dengan kita hari ini, ada mimpi yang harus digapai dengan gaya kita sendiri, impian-impian panjang itu hanya bisa menjadi mimpi jika kita tetap berada pada ruang mimpi yang lebih menggoda menurut kita.

Responsivitas sebagai nalar kepekaan kita atas keinginan jaman, yang mengharuskan kita keluar dengan cara membentuk dan memperbaiki prespektif kita dalam  melihat dunia sebagai kesiapan awal dan  simpulan akhir tentang  apa yang terisi dan belum sempat terisi baik itu dalam pertarungan-pertarungan panjang pada wilayah pendidikan sosio-politik, hukum dan ekonomi

Lahir dan hidup pada zaman yang sangat menantang ini mengajari kita untuk lebih peka dan mengenali fakta secara berulang-ulang sebagai bentuk penegasan kita terhadap sesuatu lebih jauh dari hari ini atas legalitas keberadaan kita, hingga akhirnya hal itu akan menjadi momok yang menurut kita sangat menakutkan dan akhirnya semua akan berakhir dengan kematian (mungkin saja itu akan terjadi).
Pada dasarnya masa depan kita akan ditentukan dengan siapa kita bergaul dan buku apa yang kita baca, jika kita bergaul dengan orang besar kita akan besar dan jika kita bergaul dengan orang kecil maka bergaulah dengan jumlah yang besar pada hakekatnya esensi dari pernyataan ini memiliki interprestasi yang sama dalam penjamaan masa depan menuju gaya progresifitas kita sebagai lapisan terbaik dalam sejarah peradaban manusia.

BACA JUGA  Barisan Pemuda Nusantara SBB Buka Bersama 30 Anak Yatim Dan Piatu

Lapisan ini yang disebut dengan Polwan bepikir, Polwan yang mampu dalam mengandalkan jangkauan akal sadar sehingga yang terbayangkan dari kita adalah bagaimana indahnya bila bangsa, negara ini serta institusi POLRI  dihuni oleh Polwan berpikir. Berpikir sehingga pastinya akan lebih dekat menyentuh dan mengenggam masa depan yang lebih menjanjikan bahwasanya kita akan bertanggung jawab atas kehidupan kita masing-masing dan lingkungan kita (baca: Reposisi Polwan ).

Saat INA di Percayakan  di Pulau INA.

Raport merah dalam dinamika bernegara kadang diterima diberbagai institusi negara tidak terkecuali adalah Polisi Republik Indonesia. Afirmasi dan kepercayaan masyarakat kerap menjadi indikator pertama untuk menentukkan baik buruknya institusi negara.

Kabupaten Maluku Tengah adalah kabupaten dengan sejarahnya sendiri dalam rotasi kepemimpinan di Tubuh Polres Maluku Tengah.  AKBP Rosita Umasugi membuat sejarah baru di jajaran Polda Maluku. Alumni Bintara lulusan 1996 Kepolisian ini,  menjadi Polwan pertama di Maluku yang menjabat Kapolres. Kini Rosita dipilih untuk mengemban amanah sebagai Kapolres Maluku Tengah. Jabatan itu sebelumnya dipegang AKBP Hendri Purwono dimutasikan ke Mabes Polri.Rosita sebelumnya menjabat sebagai Kabag Binops Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku. Kapolri Jenderal Idham Azis kembali melakukan rotasi terhadap ratusan perwira tinggi dan menengah Polri.

Mutasi Rosita itu tercantum dalam Surat Telegram Rahasia (STR) Kapolri yang ditandatangani Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Sutrisno Yudi Hermawan tertanggal 3 Agustus 2020. Ita sapaan AKBP Rosita Umasugi pernah menjabat sebagai Wakapolres Maluku Tengah, ketika masih berpangkat Kompol. Persis dengan Polwan dan sejarahnya, afirmasi dan proyeksi Hukum untuk menumbuhkembangkan kesadaran hukum adalah indikator penting tantangan INA di Nusa INA. POLWAN adalah penyangga Polri demikian istilah yang tepat  untuk kehadiran AKBP Rosita Umasugi Polwan sejarah dan afirmasi Hukum dari Maluku Tengah untuk Indonesia.

BACA JUGA  Dansektor 21 Hadiri Penggalian Pertama Pembangunan Sanimas di Lingkungan Militer Asrama Microwave

(ET/Red)

Koran Peduli Rakyat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.