Oxbow Kampung Patrol Akan Jadi Pengendali Banjir

Sektor 21 bersama BBWS dan  DJKN melaksanakan kegiatan peninjauan oxbow di kampung Patrol, Desa Padamukti, Kecamatan solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Kamis (13/8/2020).

Kegiatan ini merupakan peninjauan keberadaan oxbow yang dulunya sungai aktif, namun karena jalurnya berkelok maka sekitar 20 tahun lalu disodet dan diluruskan menjadi Sungai Citarik.

Bacaan Lainnya

“Bekas sungai tersebut sekarang penuh dengan sampah dan tertimbun sehingga digunakan oleh masyarakat secara liar untuk mendirikan bangunan,” ucap Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat setelah melaksanakan inspeksi sepanjang jalur oxbow yang saat ini telah berdiri belasan bangunan.

“Dengan program citarum ini, oxbow  tersebut akan kita kembalikan ke fungsi semula sebagai retensi air karena setiap musim hujan tidak ada saluran pembuangan dari warga ke sungai Citarik, sehingga nantinya akan berfungai kembali sebagai penampungan air ketika hujan turun, selain itu juga akan berfungsi untuk sarana masyarakat, edukasi masyarakat, dan menjadi penghasilan bagi masyarakat sekitar karena rencananya ini akan dijadikan juga objek wisata yang dikelola oleh masyarakat disini,” tuturnya.

Dikatakan oleh Kolonel Yusep bawha Sektor 21 akan membantu menyiapkan alat berat untuk program ini berupa Beko dan Damtruck, sedangkan bagi masyarakat yang telah terlanjur menggunakan lahan milik negara tanpa izin kata Kolonel Yusep, “Kita akan lakukan pendekatan secara persuasif, kita lakukan semuanya dengan baik sehingga semua berjalan dengan baik tanpa tekanan,” sambungnya.

Hal senada disampaikan oleh Yayat Yuliana dari pihak BBWS Citarum, “Kita meninjau keberadaan oxbow disini, di Sungai Citarik ini ada bekas sungai dimana tahun 90an masih aktif, lalu pada tahun 2000an diluruskan menjadi sungai Citarik. Ternyata setelah tahun 2000an digunakan lahannya oleh masyarakat, itulah yang kami khawatirkan. Maka kami bersama DJKN akan menjadikan oxbow Citarik ini sebagai Pilot Projects untuk daerah lain bahwa Aset Negara ini perlu diselamatkan,” jelas Yayat.

BACA JUGA  Subsektor 21-03 Laksanakan Giat Rutin Pemeliharaan Sungai Cipamokolan

“Oxbow ini mereka (Masyarakat) harus merasa memiliki, karena oxbow itu jiga difungsikan kembali akan menjadi pengendali banjir. Kami menyegerakan pelaksanaan disini karena merupakan Bottom Up, permintaan dari masyarakatnya sendiri, dari Komunitas Pencinta Lingkungan dan Karang Taruna disini menginginkan agar diaktifkan dan dijadikan sarana edukasi. Inilah yang kita inginkan karena Masyarakat yang meminta, ini sangat menjanjikan untuk dikolaborasikan semua unsur dalan pengerjaan dan pengelolaannya,” lanjutnya.

Unang Rubama selaku Kepala Desa Padamukti mengucapkan terimakasih dan apresiasi terhadap pengaktifan kembali oxbow ini, karena menurutnya ketika musim hujan di wilayahnya seringkali terjadi banjir, “Ini bagus sekali, karena kalau musim hujan ini kan tidak ada pembuangan karena habis dibangun rumah, terjadilah banjir sehingga menyebabkan terjadinya demam berdarah dan cikungunya. Kalau sudah diperbaiki Insyaallah tidak akan terjadi lagi,” ungkapnya.

Penataan oxbow Citarik ini diharapkan selain sebagai perbaikan juga menjadi sarana edukasi lingkungan dan meningkatkan ekonimi Masyarakat sekitar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.