Dansub 06 : “Rumput Liar Berpotensi Adanya Sampah Tersangkut”

Satgas Citarum Harum Subsektor 21-06 Melaksanakan Pembersihan di Bantaran Sungai Citepus pada hari Selasa (7/4/2020).

Terjaganya kondisi sungai yang bersih merupakan target capaian Satgas Citarum Harum, hal ini juga meliputi kebersihan di bantarannya.

Demi terjaganya Daerah Aliran Sungai Citarum beserta anak Sungai nya, Satgas Citarum Harum Sektor 21 mempunyai tugas untuk mengembalikan ekosistem di daerah anak-anak sungai Citarum yang meliputi Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang dengan dibantu oleh 18 Subsektor.

Bacaan Lainnya

Subsektor 06 dalam menjalankan tugas ini setiap harinya melaksanakan Kegiatan patroli sungai dan pembersihan sungai dan bantaran Citepus. Pada Selasa (7/4) bersama dengan anggota pelopor kebersihan, Tim Satgas subsektor 06 melaksanakan pembabatan rumput dan pembersihan sampah yang ada di bantaran Sungai Citepus. Kondisi rumput liar yang sudah sangat tinggi tentu saja sangat berpotensi tersangkutnya sampah dari pembuangan liar, hal ini tentu saja tidak diharapkan. Untuk itu, Satgas dalam tugasnya berusaha meminimalisir atau menghilangkan kondisi tersebut.

“Kegiatan kami hari ini membersihkan bantaran kali yang rumputnya sudah tinggi, kami bersihkan biar kelihatannya rapih beserta sampah-sampahnya sudah kita bersihkan. Kami menurunkan personil dan tim gober atau Pelopor kebersihan,” ucap Serka M. Nur Dansubsektor 06 Citepus. Selanjutnya sampah dan rumput di kumpulkan sampai kering dan dibakar. Kegiatan ini dilanjutkan dengan Sosialisasi kepada masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai dan bantaran disekitar temopat tinggalnya.

BACA JUGA  BUPATI PEMALANG RESMIKAN GEDUNG UNIT PENGOLAHAN AMDK DAN PERINGATAN HUT KE-27 PERUMDA AIR MINUM TIRTA MULIA KABUPATEN PEMALANG

Mengenai kondisi saat hujan beberapa hari lalu, Serka M. Nur mengungkapkan bahwa kondisi di citepus sudah lebih baik daripada saat sebelum dilakukan pengerukan Sungai, adapun banjir yang terjadi volumenya berkurang dan tidak terlalu lama.

“Kondisi Sungai, Saya kemarin patroli. Walaupun hujan gede, tidak sampai masuk ke kantor RW, yang dulu sampai sepinggang sekarang airnya cuman lewat ke halaman kantor RW. Kecuali Sekeandur karena posisinya rendah, rumah-rumah yang posisinya sangat dekat dengan bantaran memang air ada naik tapi tidak lama dan warganya pun sudah siap,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, Serka M. Nur juga menjelaskan bahwa di Citepus ini dirinya sedang menyiapkan gambar paten untuk pembuatan jalan inspeksi di bantaran Sungai Citepus yang telah dilakukan pengerukan dan pembersihan lahan. Menurut Serka Nur, kegiatan ini tinggal menunggu pembongkaran Kantor RW dan alat berat untuk pelaksanaan urugan. “Jalan inspeksi yang dikerjakan tinggal membongkar sebagian kantor RW dan melaksanakan pengurugan, untuk pembongkaran kita kendalanya harus sosialisasi door to door karena kita ikuti aturan pemerintah untuk tidak mengumpulkan massa, selanjutnya saya sedang mengerjakan gambar paten untuk kita kerjasamakan dengan BBWS untuk pelaksanaan jalan agar tidak berubah lagi gambarnya. (Ros)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.