Sektor 21 Sidak IPAL Ikafood dan Dapatkan Hasil Yang Bagus » KORAN PEDULI RAKYAT

Menu

Mode Gelap
Mata Air Surut, Perumda Tirta Mulia Pemalang Himbau Agar Pelanggan Bersabar Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Kota Cimahi Hydroseeding, Teknik Canggih Tanam Rumput Yang Kini Sedang Populer Ema Instruksikan Penanganan ODGJ Agar Kota Bandung Bebas Gangguan Jiwa Kejati Jabar dan PT. Nindya Karya Tadatangani Perjanjian Kerjasama dalam Bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara

Aktivitas dan Kegiatan · 21 Mar 2020 02:12 WIB ·

Sektor 21 Sidak IPAL Ikafood dan Dapatkan Hasil Yang Bagus


 Sektor 21 Sidak IPAL Ikafood dan Dapatkan Hasil Yang Bagus Perbesar

Menanggapi laporan masyarakat tentang adanya pembuangan limbah yang berbau tidak sedap dan berwarna pada hari Rabu (18/3) Satgas Citarum harum Subsektor 21-02 Cileunyi melaksanakan pengecekan di Outfall Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) milik PT Ikafood Putramas pada keesokan harinya. Pada saat dilakukan pengecekan di lokasi pembuangan, benar saja bahwa di saluran akhir pembuangan ke sungai terdapat limbah dengan bau yang tidak sedap.

Atas laporan dan temuan tersebut Serma Bernando Cavio dan subsektor 02 Cileunyi melaporkan kepada Kolonel Infanteri Yusep Sudrajat untuk meminta arahan tindakan selanjutnya, dibawah komando Dansektor 21, Subsektor 02 Cileunyi bersama perwakilan masyarakat, anggota LSM PMPRI dan beberapa Awak Media melaksanakan pengecekan langsung ke IPAL milik PT ikafood untuk memastikan apa yang terjadi sebenarnya.

Dari pengecekan ini, berdasarkan keterangan dari pihak perusahaan yang juga mengecek langsung ke lokasi ternyata air yang terindikasi limbah tersebut bukanlah limbah kotor yang sengaja dibuang atau tidak diolah, bau yang menyengat tersebut merupakan luapan dari sampah yang sudah lama tersendat berada di saluran tersebut.

“Setelah kami mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai adanya buangan limbah dari pabrik ini, kami tidak serta merta percaya begitu saja dari satu sisi. Namun, kami melakukan Cek and ricek, setelah kami melakukan sidak pada hari ini ternyata pabrik ini tidak membuang limbah. Dari hasil pemantauan dan penelusuran, bau tersebut berasal dari sampah yang sudah lama dan akhirnya meluap dan menimbulkan bau tidak sedap. Ucap Serma Bernando kepada Awak Media. “Sedangkan untuk warna, limbah di pabrik ini kita lihat warnanya bening dan tidak berbau juga terdapat ikan mas koi yang hidup di bak terakhir. Untuk jarak outfall nya sendiri memang sangat jauh dari outlet atau bak akhir karena berada di belakang pabrik, kami meminta kepada pihak perusahaan ini untuk selalu memantau dengan rutin bagaimana kondisi limbahnya dan Kami juga akan terus berpatroli” lanjutnya.

Disamping itu, Tony sebagai penanggung jawab teknis dari PT Ikafood menjelaskan bahwa pabriknya selalu mengolah limbah dengan baik sesuai arahan dari Satgas, bahkan pabrik ini telah membangun IPAL sejak tahun 2006 dan melakukan perbaikan dan peningkatan kapasitas pada tahun 2016.

Dengan adanya program Citarum harum ini Roni sangat mendukung penuh karena pihaknya terus mendapatkan arahan dari Satgas Citarum khususnya di wilayah Sektor 21 dalam meningkatkan kualitas limbah, terutama indikator ikan mas koi menurutnya cukup efektif dalam mengukur keamanan air limbah bagi ekosistem sesuai arahan dari Dansektor 21.

“Kalaupun ada warna, itu bukan dari bahan kimia namun dari bahan baku olahan seperti tomat dan cabai mereka membawa warna asli biologi yang susah tertmurai,” ucap Roni kepada media.

“Untuk limbah, Kami sebenarnya tidak menggunakan banyak air, karena air limbah dari kami itu biasanya dari proses pencucian alat, dari tong-tong berisi bumbu yang seperti di belakang tadi kita lihat, bekas sambal-sambal dan bumbu masakan disitu ada sisa minyak dan lain-lain. Yang paling berat pengolahannya itu memang dari minyak, jadi kita menggunakan metode Kimia-Biologi-Fisika, ada tiga tahapan,” tutupnya.

Dari kejadian ini Roni berencana untuk selalu memantau keadaan di outfall atau saluran yang langsung mengalir menuju badan Sungai. Dirinya akan melakukan pengecekan dan pengawasan secara berkala pada outfall yang letaknya ada jauh dibelakang perusahaan. (Ros)

Artikel ini telah dibaca 160 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Korpri Bahas Strategi Turunkan Angka Stunting dan Ajak Seluruh ASN Bergerak Serentak

8 November 2023 - 13:28 WIB

Kemendagri Beri Penghargaan bagi Daerah Pemenang Nominasi Dalam Kerangka NUWSP 

3 November 2023 - 01:48 WIB

Kecamatan Arcamanik Bergerak Melalui Gerakan Be Smart Tangani Sampah dari Hulu

31 Oktober 2023 - 22:12 WIB

Sosialisasi Penanganan Sampah di Kota Bandung

31 Oktober 2023 - 22:04 WIB

Asosiasi Hotel, Restoran, dan Pariwisata Kota Bandung Berkomitmen Mengelola Sampah Mandiri

30 Oktober 2023 - 18:31 WIB

Tangani 1,5 Tom Sampah di TPS Gudang Selatan, Relawan Pepeling Dukung Penanganan Sampah di Kota Bandung

30 Oktober 2023 - 18:17 WIB

Trending di Peduli Lingkungan
Please turn AdBlock off