Kolonel Yusep : “Kita Akan Tanami Pohon Khas Yang Sudah Dilupakan”

Satgas Citarum Sektor 21 bersama DLH Kota Cimahi, Awak Media dan perwakilan LSM Survey lahan Pemkot Cimahi di Wilayah Cimahi Utara untuk Sektor Pembibitan seluas 5 Hektar, Jum’at (17/01/2020).

Tugas Satgas Citarum Harum adalah Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Sungai Citarum (DAS Citarum) dari Hulu hingga ke hilir. Kerusakan DAS Citarum bukan hanya pada permasalahan Limbah dan Sampah Domestik Saja, namun menyangkut masalah pada pengairan (Sumber Air) dan Pengendalian kerusakan Lahan Serapan.

Pohon keras di Hutan Lindung Pangalengan yang pada saat ini hanya tinggal 20% saja sangat berpengaruh terhadap Ekosistem DAS Citarum, Pohon keras yang memiliki berbagai fungsi salah satunya Penyerapan dan Pengikat unsur tanah kini sudah sangat kurang. Akibatnya, pergerakan tanah ketika turun hujan bisa menyebabkan longsor karena tanah tak saling terikat, hal ini terjadi dikarenakan tanah yang tidak saling terikat sebab berkurangnya akar dari Pohon Keras di dataran tinggi tersebut. Selain itu, kurangnya daya serap bisa menyebabkan Air meluber turun ke hilir yang berakibat terjadinya Banjir.

Bacaan Lainnya

Sampai saat ini, Sektor pembibitan telah berjalan selama 2 tahun di Pegunungan Pangalengan, termasuk juga Sektor 21 yang meliputi Wilayah Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang. Namun menurut Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat kawasan Pangalengan saja masih kurang. KBU atau Kawasan Bandung Utara sangat memerlukan perhatian lebih untuk penghijauan tanaman keras, karena pada dasarnya KBU merupakan daerah untuk serapan. “Kita tahu bahwa wilayah KBU saat ini sudah mulai gundul dan alangkah baiknya jika kita membangun pembibitan tanaman keras disini,” tutur Yusep.

BACA JUGA  Dansektor 21 Bersama Wakil Walikota Cimahi Tinjauan Lahan Pembibitan

Bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi M Ronny Satgas Citarum Sektor 21 bekerja sama untuk melaksanakan penghijauan dan pembibitan di lahan milik Pemkot Cimahi yang berada di Cimahi Utara tepatnya di kawasan Perumahan Cipageran Asri, Cimenteng Cipageran, Cimahi. ”Kita diberi lahan 5 hektar yang merupakan milik pemkot Cimahi, Di lahan ini kita akan kembangkan bibit-bibit pohon keras yang nantinya akan ditanam di wilayah Sektor 21, Kita akan mengadopsi apa yang sudah dilakukan oleh Sektor pembibitan di Cisanti,” jelasnya. “Kita akan tanami pohon Khas yang sudah dilupakan, saya baru tahu Baros itu ternyata merupakan tanaman Endemik Cimahi, saya kira hanya nama jalan saja, ternyata nama-nama daerah di Cimahi berasal dari Nama Pohon Khas Cimahi” ungkapnya lagi.

Lahan tersebut pada dasarnya merupakan kawasan KBU milik DLH Cimahi yang sudah dilakukan pembebasan lahan dari Masyarakat, dan saat ini dipergunakan untuk pembibitan Pohon Endemik Cimahi juga sebagian dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk bertani. “Lahan ini tadinya memang akan digunakan untuk berbagai hal dan salah satunya pembibitan, sebagian dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk bertani” kata Ronny pada awak media.

Pada semua yang hadir, Ronny mengungkapkan bahwa selain Baros, Pemkot Cimahi telah berhasil mengembangkan Pohon Durian khas Cimahi yakni Durian Mangrung, “Ya sisa ada 1 pohon lagi, dan Bappeda sudah berhasil mengembangkan dengan stek batang dan sudah ada sebanyak 60 yang ditanam Bapped, Litbang dan Dispangtam sudah membibitkan 1.500, kemudian yang akan ditanam di RW 21 Cipageran, dan Cibeber RW 8,semoga bisa dikembangkan lagi” tutup Ronny. (Ros)

Rosadi Azis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.